TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

PROGRAM BEDAH RUMAH BERLANJUT, MEDCO E&P MALAKA MENDAPAT APRESIASI

Aceh Timur, 20 Maret 2023 — PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) bersama Forkopimcam dan Forkompimda Aceh Timur kembali meresmikan rumah warga layak huni pada Program Bedah Rumah Tahap Keempat di Seunebok Rambong, Julok, Sabtu (18/3). Hingga kini, Medco E&P telah membangun sebanyak 26 unit rumah layak huni bagi masyarakat di sekitar wilayah kerjanya di Blok A.

Program Bedah Rumah ini merupakan komitmen Medco E&P untuk terus bersinergi mendukung Pemerintah Aceh Timur membantu masyarakat kurang mampu untuk hidup lebih sehat dan berkualitas. General Manager Medco E&P Malaka Iwan Sutrisno melalui Field Relations Manager Dedi Sukmara mengatakan, Perusahaan telah melaksanakan Program Bedah Rumah ini sejak 2018 di empat kecamatan di Aceh Timur dan terus berlanjut hingga kini.

Warga penerima manfaat Program Bedah Rumah Tahap ini adalah Khairar Rasyid Khaizami. Warga Seunebok Rambong, Julok, itu terpilih berdasarkan proses seleksi bersama Medco E&P, Keuchik, Forkopimcam dan Forkopimda Aceh Timur, mulai dari proses penilaian kondisi rumah hingga pelaksanaan pembangunan rumah.

BACA JUGA :  Perangkat Desa Mangunsaren Kecamatan Tarub Resmi Dilantik

Keuchik Seunebok Rambong Muhammad Yusuf mengapresiasi kontribusi Medco E&P dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Khairar adalah guru mengaji anak, sekaligus imam masjid yang juga bekerja sebagai petani karet dengan lahan seadanya di desa kami. Beliau sangat layak untuk dibantu,” ujar Muhammad Yusuf.

VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mengatakan, Perusahaan terus berupaya mendukung Pemerintah Daerah agar dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar wilayah kerja. “Kami berharap program pembangunan rumah layak huni ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Kami juga berterima kasih atas dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan sehingga kegiatan operasi Medco E&P di Aceh Timur berjalan lancar dan dapat menjaga ketersediaan energi,” ujar Arif Rinaldi. (*)