TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Melalui KWT Binaan di Tegal, Dewi Aryani Galakkan Sedekah Sayur dan Buah untuk Stunting 

TEGAL – Dr. Dewi Aryani, M.Si Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan mengunjungi KWT (Kawasan Wanita Tani) Amanah di Desa Dermasandi Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Sabtu (11/2/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Tegal, Kades Dermasandi, tokoh masyarakat dan kelompok pengelola sampah Desa Dermasandi.

KWT Amanah merupakan salah satu dari sekian banyak KWT yang mendapatkan bantuan anggaran 50 juta rupiah dari politisi PDI Perjuangan dari Dapil 9 Jateng yang akrab disapa DeAr yang dapat digunakan untuk pembangunan rumah bibit, pembelian bibit hingga pembinaan bidang pertanian organik untuk wanita-wanita tani di wilayah pedesaan.

BACA JUGA :  Polres Batang Bergerak Cepat untuk Mengatasi Maraknya Perang Sarung diwilayahnya

KWT Amanah telah melaksanakan program penanaman hingga panen buah dan sayur dan sebagian hasilnya di berikan kepada bumil dan balita stunting Desa Dermasandi.

“Ini merupakan bagian dari penanggulangan stunting yang melibatkan KWT sebagai kelompok para wanita tani yang melakukan program penanaman sayur buah organik di desa-desa,” terang Dewi.

BACA JUGA :  Sejumlah Personel Polres Kendal Naik Pangkat dan Terima Penghargaan 

Dewi juga memberi pesan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam KWT harus selalu semangat dan terus menerus menambah keahliannya dalam budi daya sayur dan buah organik. Tak hanya itu Dewi juga berpesan agar tetap menyisihkan sebagian panen untuk sedekah guna membantu Pemdes setempat dalam penanganan stunting,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jaga Stabilitas Kamtibmas, Sat Samapta Polres Puncak Jaya Rutin Gelar Patroli Dialogis Diseputaran Kota Mulia

Dalam kunjungannya, Dewi juga memberikan bingkisan sembako, jilbab dan dana tambahan sebagai kas kelompok. Tak hanya itu Dewi juga berjanji akan memberikan bantuan bibit buah pepaya california hingga pisang disesuaikan dengan kondisi geografis desa dermasandi sekaligus melihat luasan lahan yang akan di gunakan sebagai kawasan buah-buahan desa yang nantinya di kelola oleh KWT. (*)