TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Angka Stunting di Kabupaten Batang Menurun Dari 14,7% ke 11,3%

BATANG – Kegiatan penimbangan Balita serentak di Batang dipusatkan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, sebagai upaya menurunkan angka Stunting dan juga untuk validasi data, Kamis (2/2/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun, Dandim 0736/Batang, Kajari Batang, Ketua Pengadilan Batang serta OPD Pemkab Batang.

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, hari ini ada pelaksanaan penimbangan Balita secara serentak yang ada di Kabupaten Batang.

BACA JUGA :  Kapolres Sampang Bagikan Sembako kepada Warga Tidak Mampu di Kecamatan Camplong

“Kegiatan ini dalam rangka salah satu langkah upaya menurunkan angka Stunting. Tolak ukur dengan melakukan metode pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat melalui elektronik dari 57.982 jumlah Balita dengan hasil mengalami penurunan setiap bulannya,” jelasnya.

Berdasarkan data, angka stunting di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami penurunan dari 14,7 persen pada 2021 menjadi 11,3 persen pada akhir 2022. Melihat hasil ini, sebetulnya Forkopimda Batang sudah melakukan upaya-upaya penurunan angka Stunting dengan bersinergi bersama.

BACA JUGA :  Pasca Banjir, Polres Kendal Bantu Bersihkan Lumpur di Area Pemukiman Warga Desa Tejorejo 

“Penimbangan serentak ini juga sebagai validasi data yang tadi jumlah seluruh Balita di Kabupaten Batang sudah ditimbang ada 47.684 kalau diprosentasikan menjadi 82,24 persen. Jadi kami masih mengejar yang 16 persen Balita belum ditimbang dengan adanya kegiatan ini,” terangnya.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bhimasena Power Indonesia dan PUDAM Sendang Kamulyan Batang telah memberikan Tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu menangani penurunan angka Stunting.

BACA JUGA :  Polda Jateng Serahkan Bantuan Sembako di Tiga Titik wilayah Kabupaten Kendal

Alhasil, penurunan angka Stunting menjadi program bersama yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ingin Zero Stunting di Indonesia.

“Kami mentargetkan pada tahun 2024 nanti angka Stunting di Kabupaten Batang akan Zero,” ujar dia. (HS)