TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

“Gropyokan” Cara Babinsa Karangjati Untuk Membasmi Hama Tikus Yang Menyerang Persawahan Warganya

Voxnesia.com,Ngawi – Belasan petani dibantu Anggota Babinsa Koramil 0805/05 Karangjati melakukan operasi “gropyokan” hama tikus di areal persawahan di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Kerusakan tanaman padi akibat serangan kawanan binatang mengerat tersebut sudah mulai muncul di wilayah Karangjati,maka dari itu secara serentak warga mulai melakukan pencegahan dan pencarian hama tikus.
Aksi menyisir gorong-gorong yang dimulai pagi itu berhasil menangkap puluhan ekor tikus yang bersembunyi di liang-liang dalam tanah di sekitar saluran irigasi sawah setempat. Selasa (8/11/2022)

Pada awal kegiatan, para petani yang dibantu Babinsa ini sempat kesulitan menemukan hama tikus yang diburunya.

Upaya mereka mengocori liang-liang yang dicurigai sarang tikus, berikut teknik perangkap menggunakan jaring nyatanya tidak banyak membuahkan hasil.

“Populasinya (hama tikus) memang sudah jauh menurun karena diracun oleh petani sini,”ucap Bakri salah satu warga. Petani dan Babinsa melakukan kegiatan gropyokan tikus di areal persawahan di wilayah Karangjati Kendati belum masuk ambang batas maksimal.
Babinsa Serda Eko mengatakan, serangan hama tikus sudah mulai meresahkan petani setempat, yang sangat merugikan petani dan bisa gagal panen,maka dari itu kami bersama warga berinisiatif melakukan “gropyokan” yang intinya menyisir hama tikus biar tidak muncul lagi,”pungkasnya.

BACA JUGA :  Bergerak Cepat, Babinsa Bersama Instansi Terkait Evakuasi Warga Akibat Hujan Deras Disertai Angin

Hal itu dikarenakan tikus yang terus berkembang biak sepanjang waktu mulai menyerang tanaman padi, mulai yang padi baru tanam hingga padi dewasa. Akibatnya tanaman padi menjadi rusak.

BACA JUGA :  Sinergitas Polsek dengan Koramil 0805/15 Karanganyar Bangun Sarana Olahraga

“Kerusakan yang ditimbulkan akibat hama tikus memang belum mencapai ambang batas yang ditentukan (30 persen kerusakan dari total luas lahan). Namun jika dibiarkan hama tikus ini suatu saat bisa berkembang banyak dan menjadi tidak terkendali.

Pola tanam yang tidak serempak ikut menjadi penyebab populasi hama tikus di daerah ini cukup tinggi.

(Pendim 0805/Reza)