TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

Polres Kendal Tanam 10.000 Pohon Mangrove di Pesisir Pantai Utara

Voxnesia, KENDAL – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-76, Kepolisian Resor Kendal menggelar penanaman pohon dengan jenis tanaman bakau (mangrove), di pesisir pantai Utara Desa Jungsemi, Desa Karangmalang dan Desa Sendang Kulon Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Kamis (9/6/2022).

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan penanaman pohon bakau oleh Kapolres Kendal bersama undangan yang hadir dan personel, sebanyak 10.000 pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian Polri, dengan harapan banyaknya penanaman pohon mangrove yang dilakukan sekarang, maka akan menjaga agar pantai tidak rusak oleh hantaman gelombang laut dan antisipasi abrasi di bibir pantai Utara Kecamatan Kangkung.

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto SH SIK MH berharap agar tidak hanya dilakukan penanaman, tetapi juga ikut melestarikan dengan cara merawat demi kelangsungan hidup pohon yang baru ditanam. Dan ini merupakan tanggung jawab kita semua.

BACA JUGA :  Kapolres Ngawi Pimpin Tatap Muka Dengan Perwakilan PKC PMII Jatim dan PC PMII Ngawi

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto menjelaskan, “Bahwa dipilihnya tempat penanaman pohon di pesisir pantai Utara Kecamatan Kangkung karena salah satu fungsi utama pohon bakau atau mangrove adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar dan terimakasih untuk Kepala Desa Jungsemi Dasuki bersama warganya yang telah membantu kegiatan Polri dalam penanaman bibit pohon mangrove,” jelas AKBP Yuniar Ariefianto.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil Sine Berikan Pelatihan PBB Kepada Siswa-Siswi SMAN 1 Sine

Lebih lanjut Kapolres Kendal menmbahkan, penanaman pohon mangrove merupakan salah satu aksi kongkrit dan upaya nyata yang dilakukan kepolisian dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76 bersama komponen masyarakat guna mencegah adanya pengikisan pantai, “Kami berharap agar seluruh komponen, sadar untuk menjaga alam dengan cara melakukan penghijauan dan mencegah terjadinya abrasi di pesisir pantai Utara ini,” pungkas AKBP Yuniar Ariefianto. (HS)