TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

4 Alasan Rencana Bukber Hanya Jadi Wacana Forever

Voxnesia, Hiburan – Sering gak sih ngalamin diskusi yang cukup alot soal buka bareng di grup Alumni atau grup wassap keluarga kalian tapi ujug-ujugnya gak jadi bukber? Oke itu problem kalcer kita semua setiap bulan ramadhan.

Kami Tim Foxnesia meminta beberapa teman grup whassap kami untuk memberikan alasan kemungkinan apa yang menjadi alasan bukber hanya menjadi wacana. Kami berhasil mengumpulkan jawaban yang cukup variatif.

Pertama: berdebat soal tempat. Soal memilih tempat adalah hal cukup menguras waktu, tidak cukup sejam-dua jam, sehari atau dua hari, bahkan tempat bisa berubah pas H-1 atau hari H. Bagi mereka yang cukup reljius, tempat bukber yang ada mosolla atau masjidnya mungkin sangat rekomended, tapi bagi mereka yang fotografer atau selebgram, ada mosollanya gak cukup, viewnya harus instagramable. Percuma reuni, kumpul-kumpul kalau gak bisa update instastory kebersamaan yang dope, lit dan aesthetic. Dari kesalahan rekomendasi tempat bukber ini, dapat memicu terjadinya beberapa anggota masyarakat bukber ngambek dan memicu pergerakan anti bukber.

BACA JUGA :  Nobar Video Klip Terbaru Jovi Amore, Kau Memilih Setia

Kedua: Penentuan waktu. Oh tentu jadwal bukber tidak boleh diremehin. Memilih waktu adalah memilih dan menyesuaikan jadwal gajian, jadwal cicilan, hingga jadwal bukber dengan fwb-an. Tidak boleh bentrok dengan acara keluarga. Tidak boleh bersamaan dengan kantong kering.

BACA JUGA :  PJID-Nusantara Berbagi Kebahagiaan Dengan Masyarakat

Ketiga: menu makanan adalah segala-galanya. Dari awal diskusi perbukburan, mereka biasanya disibukkan dengan pertanyaan menunya apa. Makannya apa, minumnya apa. Semua memberikan usulan. Yang anak kos pas-pasan: makan tempe penyet saja, minumnya air putih hangat. Yang krezi ric atau pemuda yang terkontaminasi kultur Jaksel tidak kalah: makan croffle saja, minumnya boba atau soju juga boleh.

BACA JUGA :  Advokat Arnol Sinaga: Sebaiknya Razman Arif Nasution Minta Maaf, Kalau Ngaku Pengacara Budi Gunawan 

Keempat: tentu saja outfit! We are what we wear. Makan dengan outfit biasa aja bagi sebagian anggota masyarakat bukber bisa memicu hilangnya selera makan, makanpun harus ada estetikanya, apalagi nanti akan di upload di instastory dan SW.

Kira-kira kamu termasuk yang mana?